Temui Insan Pers, Kapolda Sulteng Buka Pintu Kritik untuk Benahi Pelayanan Polri

oleh -382 Dilihat

RADARNASIONAL,PALU — Di tengah derasnya sorotan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri justru membuka ruang seluas-luasnya bagi insan pers untuk menyampaikan kritik, masukan, dan evaluasi terhadap pelayanan kepolisian.

Pesan itu disampaikan Irjen Pol Nasri saat bertemu puluhan jurnalis dalam agenda silaturahmi bersama insan pers di salah satu restoran di Kota Palu, Rabu (12/8/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban itu menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara Polda Sulteng dengan media. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng serta jurnalis dari berbagai organisasi profesi dan perusahaan media, baik cetak, online maupun elektronik.

Sejumlah organisasi pers turut hadir, di antaranya PWI Sulteng, AJI Palu, IJTI Sulteng, AMSI Sulteng, JMSI Sulteng, SMSI Sulteng, AMKI Sulteng, PFI Kota Palu dan KKJ Sulteng.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulteng mengapresiasi peran media yang selama ini ikut menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan kinerja kepolisian kepada masyarakat.

Namun, bagi Irjen Nasri, hubungan polisi dan pers tidak boleh berhenti sebatas publikasi. Media juga harus menjadi mitra kritis yang mampu memberikan masukan ketika pelayanan kepolisian dinilai belum maksimal.

“Polda Sulteng membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi insan pers. Kritik, masukan, dan saran dari rekan-rekan media sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kritik media tidak semata-mata dipandang sebagai bentuk sorotan terhadap institusi, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Irjen Nasri menilai media memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi sumber informasi, pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan kekuasaan serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya akurasi dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan, terlebih perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat.

“Media memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat Sulawesi Tengah. Pentingnya kehati-hatian dalam menyajikan informasi, terlebih perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat dan tantangan ke depan semakin kompleks,” ujarnya.

Kapolda juga menegaskan bahwa kemitraan dengan media merupakan bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan media akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Kolaborasi antara Polri dan insan pers menjadi penting untuk menghadirkan informasi yang mencerdaskan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua AMSI Sulteng Muhammad Ikbal menilai hubungan antara kepolisian dan jurnalis pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa, meskipun keduanya memiliki tugas dan kepentingan yang berbeda.

Menurut Ikbal, polisi memiliki batasan tertentu dalam membuka informasi, terutama yang berkaitan dengan proses penyidikan dan kepentingan keamanan. Di sisi lain, jurnalis dituntut menyajikan informasi secara cepat kepada publik.

“Karena itu, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, tidak mengganggu proses penegakan hukum, dan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi,” katanya.

Silaturahmi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pertemuan seremonial, tetapi menjadi awal penguatan hubungan antara Polda Sulteng dan insan pers.

Dengan komunikasi yang terbuka, kritik yang konstruktif dan koordinasi yang baik, polisi dan media diharapkan mampu berjalan beriringan dalam mengawal keamanan, menyampaikan informasi yang akurat serta memastikan pelayanan kepolisian terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Kini, pintu kritik telah dibuka. Tantangannya adalah bagaimana setiap kritik tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi perbaikan pelayanan Polri kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.