Nyaris 100 Ribu Orang! IMIP Serap 98.266 Tenaga Kerja, Pengangguran Morowali Ikut Turun

oleh -359 Dilihat
Screenshot

MOROWALI, RADARNASIONAL.NET Kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menjadi salah satu motor utama penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Foto : karayawan Imip dalam jumlah populasi hampir 100 ribu 

Hingga akhir Agustus 2026, jumlah tenaga kerja yang tercatat bekerja di kawasan IMIP mencapai 98.266 orang.

Data dari HR Departemen PT IMIP menunjukkan, mayoritas pekerja berasal dari Pulau Sulawesi, yakni mencapai 90.405 orang atau 92 persen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.445 orang atau 32 persen merupakan penduduk Sulawesi Tengah. Sementara warga asal Morowali yang bekerja di kawasan IMIP mencapai 17.688 orang atau 18 persen.

Khusus warga lokal Kecamatan Bahodopi, tercatat sebanyak 10.809 orang atau 11 persen. Sedangkan tenaga kerja yang berasal dari luar Pulau Sulawesi mencapai 7.861 orang atau sekitar 8 persen.

Dari sisi pendidikan, mayoritas pekerja IMIP merupakan lulusan SMA/SMK. Jumlahnya mencapai 63.382 orang atau 64,5 persen, yang kemudian mendapatkan pelatihan langsung selama bekerja.

Sementara lulusan sarjana (S1) mencapai 28.301 orang atau 28,8 persen, sedangkan pekerja dengan pendidikan diploma sekitar 4,6 persen.

Head of Media PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan pertumbuhan kawasan industri tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan.

“IMIP tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang berbagai jenjang pendidikan untuk bertumbuh dan berkarya. Komitmen kami meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dedy, Rabu (2/9/2026).

Penyerapan tenaga kerja tersebut juga sejalan dengan penurunan angka pengangguran di Kabupaten Morowali.

Berdasarkan data BPS Morowali untuk Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Morowali berada di angka 2,81 persen, turun dibandingkan 3,15 persen pada Februari 2024.

Pada Agustus 2025, jumlah angkatan kerja Morowali mencapai 85.039 orang, dengan 82.653 orang telah bekerja dan 2.386 orang masih menganggur.

Jika dibandingkan lima tahun sebelumnya, jumlah pengangguran juga mengalami penurunan. Pada 2020, dari 57.727 angkatan kerja, masih terdapat 3.006 orang pengangguran.

Dari total angkatan kerja Morowali pada 2025 tersebut, sebanyak 17.688 warga Morowali atau sekitar 20 persen tercatat bekerja di kawasan IMIP.

Dedy menegaskan, keberadaan kawasan industri berbasis nikel tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Sudah tertuang dalam visi, misi dan nilai perusahaan, bagaimana IMIP memfasilitasi perkembangan usaha masyarakat lokal dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.

Penyerapan tenaga kerja di kawasan IMIP sendiri menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2020 tercatat 35.592 pekerja, kemudian meningkat menjadi 51.542 orang pada 2021, sebanyak 68.466 orang pada 2022, 74.350 orang pada 2023, dan sekitar 83.000 orang pada 2024.

Angka tersebut kembali meningkat hingga mencapai 98.266 tenaga kerja pada akhir Agustus 2026.

Menurut Dedy, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk bekerja di kawasan industri Morowali, seiring dengan bertambahnya investasi dan aktivitas industri di kawasan tersebut.Ipul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.