RADARNASIONAL,BUOL — Dari ujung utara Sulawesi Tengah, pekerjaan menjaga konektivitas masyarakat terus berpacu dengan waktu. Ruas Buol–Lakuan–Laulalang–Lingadan masih dalam penanganan melalui paket Preservasi Jalan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.

Hingga September 2026, progres realisasi pekerjaan telah mencapai sekitar 92,75 persen. Meski sudah mendekati tahap akhir, pekerjaan di lapangan masih terus berjalan dan ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir Desember 2026.

PPK 1.2 BPJN Sulawesi Tengah, Eko Prasetyo Galih, mengatakan progres pekerjaan terus dikejar dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Progres terus kami pantau dan kami kejar. Dengan capaian sekitar 92,75 persen, pekerjaan yang masih tersisa akan terus dimaksimalkan agar dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Desember 2026,” ujar Eko.
Dalam paket preservasi jalan Buol–Lakuan–Laulalang–Lingadan, penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan. Pekerjaan mencakup delapan lingkup penanganan, yakni:
- Rehabilitasi minor
- Rekonstruksi
- Penanganan longsoran
- Drainase
- Rehabilitasi jembatan
- Pemeliharaan berkala jembatan
- Pemeliharaan rutin kondisi
- Holding
Beragamnya lingkup pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kemantapan jalan nasional di Buol membutuhkan penanganan yang menyeluruh. Kondisi jalan, jembatan, drainase hingga titik rawan longsor menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam satu paket preservasi.
Salah satu pencapaian pekerjaan dapat dilihat di Pinjan, yang masuk dalam lingkup penanganan longsoran melalui retrase. Sementara di Kampung Bugis, pekerjaan dilakukan melalui lingkup rehabilitasi minor.
Menurut Eko, setiap penanganan disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan agar fungsi jalan tetap terjaga.
“Kami melihat kebutuhan penanganan berdasarkan kondisi masing-masing titik. Harapannya, seluruh pekerjaan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menjaga ruas jalan tetap aman serta nyaman dilalui,” kata Eko.
Kabupaten Buol yang berada di ujung utara Sulawesi Tengah memiliki karakter geografis yang menantang. Jalan nasional menjadi salah satu urat nadi yang menghubungkan masyarakat sekaligus mendukung pergerakan barang dan jasa.
Karena itu, angka 92,75 persen bukan sekadar capaian progres pekerjaan. Di baliknya terdapat upaya menjaga akses masyarakat agar tetap terbuka di wilayah yang berada di salah satu ujung Sulawesi Tengah.
Pekerjaan masih berlanjut. BPJN Sulawesi Tengah kini berpacu dengan waktu untuk menuntaskan seluruh lingkup penanganan hingga akhir Desember 2026.









