75 WNA Dievakuasi dari Lokasi Konflik PT Askon dan Warga Matarape, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

oleh -352 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,MOROWALI — Situasi di Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, masih menjadi perhatian aparat kepolisian menyusul ketegangan antara warga dengan pihak PT Astima Konstruksi (Askon), Sabtu (3/10/2026).

Untuk mencegah konflik meluas, personel gabungan Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Batalyon C Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah dikerahkan ke lokasi.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., mengatakan aparat masih melakukan pengamanan sekaligus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.

“Personel masih siaga di lokasi sebagai langkah antisipasi agar kejadian ini tidak meluas,” kata Reza.

Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (3/10/2026), terdapat empat korban luka dalam kejadian tersebut. Mereka terdiri dari tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA).

Satu WNA yang mengalami luka disebut masih menjalani perawatan.

Selain penanganan korban, polisi juga melakukan evakuasi terhadap 75 WNA dari lokasi. Puluhan WNA tersebut kemudian dibawa ke Mako Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan.

“Polres Morowali telah mengevakuasi 75 WNA serta membawa WNA tersebut ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Satreskrim Polres Morowali telah melakukan tindakan awal dengan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memeriksa keberadaan, dokumen serta kelengkapan administrasi para WNA.

Tak hanya itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terus dilakukan secara intensif guna mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi dalam konflik tersebut.

“Polres Morowali akan menangani kejadian ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara intensif serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan mari bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.