509 Pelajar dan Mahasiswa Magang di IMIP, Belajar Langsung di Dunia Industri

oleh -349 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,MOROWALI — Sebanyak 509 pelajar SMK dan mahasiswa menjalani program magang di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Program ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk merasakan langsung dunia kerja sekaligus mengasah keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Di tengah pesatnya perkembangan industri pengolahan dan hilirisasi, pengalaman praktik menjadi salah satu bekal penting bagi calon tenaga kerja. Peserta magang tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memahami kedisiplinan, komunikasi, kerja sama tim, serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

HR Operation Head IMIP, Trisno Wasito, mengatakan program magang dijalankan melalui tiga skema, yakni Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan, Magang Kementerian Perindustrian, serta program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Peserta magang di IMIP saat ini berjumlah 509 orang dari kampus dan SMK. Kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan posisi menjadi aspek penting,” ujar Trisno, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan program magang tidak sekadar diukur dari jumlah peserta yang diterima. Kualitas pembelajaran, pendampingan, tugas yang relevan, serta evaluasi kemampuan peserta juga menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan memasuki dunia kerja.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, IMIP bekerja sama dengan Politeknik Industri Logam Morowali dan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) menggelar workshop penyusunan dokumen Rencana Pelatihan Vokasi (RPV). Kegiatan tersebut diikuti 10 pendamping magang dari IMIP.

Melalui penyusunan RPV, pendamping diharapkan mampu memetakan kompetensi yang dibutuhkan sesuai jabatan dan tugas peserta. Dengan begitu, aktivitas magang menjadi lebih terarah dan memiliki target pembelajaran yang jelas.

Pengalaman nyata dirasakan Dinda Aisyah Maharani, salah satu peserta magang di Departemen HR IMIP. Selama menjalani program, ia terlibat langsung dalam proses rekrutmen hingga verifikasi berkas.

Dinda juga mempelajari pekerjaan yang sebelumnya tidak diperoleh di bangku sekolah, termasuk pembuatan foto kartu identitas (ID card) dan penerapan sistem faceprint bagi karyawan.

“Banyak hal baru yang tidak ada di sekolah, misalnya membuat foto ID card dan sistem faceprint untuk karyawan. Ini juga pengalaman pertama saya bekerja berdampingan dengan pekerja asal Tiongkok. Sangat menyenangkan,” kata Dinda.

Ia berharap peserta magang lainnya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, menjaga kedisiplinan, tepat waktu, serta aktif belajar dari rekan kerja maupun mentor di lingkungan industri.

Program ini sekaligus membuka kesempatan bagi perusahaan untuk mengenali potensi tenaga kerja muda melalui pengalaman kerja nyata. Namun, IMIP menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program magang tidak otomatis menjamin peserta diangkat menjadi karyawan.

Peserta tetap harus menunjukkan kompetensi dan kinerja selama program berlangsung, sementara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan posisi menjadi pertimbangan perusahaan.

Melalui kolaborasi dunia pendidikan dan industri, program magang diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di sekolah atau kampus dengan kebutuhan kerja, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih terampil, adaptif, dan siap menghadapi persaingan dunia industri. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.