Festival Danau Poso 2026 Dibuka, Anwar Hafid Ingatkan Jangan Cuma Jadi Pesta Tiga Hari Hilang Tanpa Bekas

oleh -362 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,POSO – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengingatkan agar Festival Danau Poso 2026 tidak sekadar menjadi perayaan tahunan yang berakhir tanpa meninggalkan manfaat bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Anwar saat membuka Festival Danau Poso 2026 bertema The Power of Culture di Anjungan Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso, Kamis (15/10/2026).

“Jangan sampai festival ini selesai tiga hari hilang tanpa bekas. Kita ingin ada nilai yang kita dapat di pelaksanaan festival ini,” ujar Anwar Hafid dalam sambutannya.

Menurut Anwar, Festival Danau Poso harus menjadi ruang untuk memperkuat budaya leluhur, merawat kerukunan masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan, kekuatan budaya tidak hanya terlihat dari pertunjukan seni dan tradisi. Lebih dari itu, budaya mengajarkan kasih sayang, kebersamaan, toleransi, serta penghormatan terhadap sesama.

“Nilai yang paling besar adalah sesuai dengan tema ini, The Power of Culture. Bahwa budaya itu punya kekuatan besar, sama seperti the power of love,” katanya.

Anwar menilai keberagaman suku, agama, dan etnis di Sulawesi Tengah merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, menurutnya, perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

Untuk memperkuat kebersamaan tersebut, Anwar mengusulkan agar Festival Danau Poso pada tahun mendatang menghadirkan tradisi makan bersama secara massal.

Melalui kegiatan itu, masyarakat dan seluruh peserta festival dapat duduk bersama tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan. Tradisi tersebut juga diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat Poso.

Ingatkan Danau Poso Bukan Sekadar Tempat Wisata

Selain budaya, Anwar memberikan perhatian khusus terhadap kelestarian Danau Poso yang menjadi salah satu kekayaan alam Sulawesi Tengah.

Ia mengajak masyarakat menjaga pepohonan di sekitar danau, tidak membuang sampah plastik sembarangan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Danau Poso ini bukan sekadar indah, Danau Poso ini tidak sekadar membangkitkan listrik, tapi Danau Poso ini adalah kehidupan. Kalau kita mencintai kehidupan, maka cintailah Danau Poso ini,” tegasnya.

Menurutnya, keindahan alam Danau Poso harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Karena itu, pesan pelestarian lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan dalam festival, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan danau.

UMKM Diharapkan Ikut Merasakan Dampak Festival

Anwar juga menekankan pentingnya manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Festival Danau Poso. Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama para pelaku UMKM.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival selama tiga hari dan mengusulkan agar durasi kegiatan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya.

Dengan waktu pelaksanaan yang lebih panjang, para pelaku usaha diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk menawarkan produk dan memperoleh penghasilan dari kunjungan wisatawan.

Anwar turut mengajak Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Tojo Una-Una untuk mendukung pengembangan Festival Danau Poso ke depan.

Menurutnya, keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, kekayaan budaya, serta pengalaman wisata yang berkesan menjadi faktor penting agar wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik berkunjung kembali.

Festival Danau Poso 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Poso sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tengah.

Melalui tema The Power of Culture, festival ini diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan leluhur, menjaga alam, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pembukaan festival tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, anggota DPR RI, jajaran pemerintah daerah, Bupati dan Wakil Bupati Poso, kepala daerah se-Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budaya, serta wisatawan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.