PASANG MATA! Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Dongi-Dongi, Siapa Bertanggung Jawab atas PETI?

oleh -308 Dilihat
Screenshot

POSO, RADARNASIONAL – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Persiapan Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali memperlihatkan ancaman serius terhadap keselamatan manusia. Dua penambang dilaporkan tewas setelah tertimbun material longsoran tebing, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Peristiwa maut itu terjadi ketika sejumlah penambang manual sedang mengumpulkan sisa material tambang di bagian bawah gunung. Pada saat bersamaan, sebuah ekskavator melakukan pengerukan tebing di bagian atas. Tebing tersebut tiba-tiba runtuh dan materialnya menimbun para penambang yang berada di bawah.

Kepala Seksi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, membenarkan insiden tersebut. Ia memastikan lokasi kejadian merupakan kawasan pertambangan ilegal dan terdapat dua korban meninggal dunia.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban serta menyusun kronologi lengkap kejadian. Aparat keamanan bersama warga juga melakukan pencarian dan penyisiran guna memastikan tidak ada korban tambahan.

Namun, peristiwa ini tidak semestinya berhenti sebagai kabar kecelakaan tambang. Ada persoalan lebih besar yang perlu dijawab: bagaimana aktivitas pertambangan ilegal dengan penggunaan alat berat dapat berlangsung di lokasi yang juga menjadi tempat warga mencari sisa material tambang?

Keberadaan ekskavator yang mengeruk tebing sementara penambang manual beraktivitas di bawahnya menjadi salah satu aspek penting yang harus diselidiki. Apakah ada pengawasan terhadap aktivitas tersebut? Siapa yang mengoperasikan alat berat dan siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan orang-orang di sekitar lokasi?

Dua nyawa yang melayang menjadi pengingat bahwa aktivitas PETI bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia.

Aparat penegak hukum perlu mengusut peristiwa ini secara menyeluruh, termasuk aktivitas penggunaan alat berat, pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Jangan sampai Dongi-Dongi kembali menjadi lokasi jatuhnya korban, sementara persoalan tambang ilegal hanya ramai dibicarakan setelah nyawa manusia melayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.