BWSS III Palu Kelarkan Modernisasi Irigasi Gumbasa: Upaya Pulihkan Infrastruktur Pascabencana di Sulteng

oleh -3851 Dilihat

Radarnasional,Palu – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) Palu terus merealisasikan komitmen rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur irigasi di Sulawesi Tengah.

Foto : Terkini Saluran Primer Yang Terlaksana

Salah satu proyek strategis yang kini menunjukkan hasil nyata adalah modernisasi Jaringan Irigasi Gumbasa.

Proyek ini menjadi tonggak penting dalam pemulihan pascabencana gempa dan likuefaksi yang melanda pada 28 September 2018.

Salah satu upaya modernisasi ini dilaksanakan melalui kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi saluran irigasi Gumbasa paket 5 oleh PT Nindya Karya, BUMN yang ditugaskan untuk menangani pekerjaan ini.

Dengan pendekatan modernisasi, Jaringan Irigasi Gumbasa kini mulai berfungsi optimal, memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Proyek ini juga menjadi bagian dari program strategis nasional.

Manfaat Modernisasi Jaringan Irigasi

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa I BWSS III, Aji Widyatmoko, menyampaikan bahwa modernisasi Jaringan Irigasi Gumbasa difokuskan pada peningkatan fungsi dan pengelolaan air di kawasan strategis seperti Kelurahan Petobo hingga Kelurahan Birobuli Utara.13/12/2024

Foto : Terkini Pas. Batu Saluran Eksisting Di Tanggul Selatan Kota Palu

“Pembangunan sistim irigasi dan drainasi yang telah kami modernisasi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan air, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah penguatan saluran pembuang irigasi di sepanjang Jalan Tanggul Selatan hingga ke Tanggul Utara Kota Palu. Langkah ini penting untuk menghadapi potensi peningkatan debit air di masa mendatang” jelas Aji.

Ia menambahkan bahwa proyek ini juga bertujuan sebagai solusi jangka panjang terhadap ancaman likuefaksi, terutama melalui penerapan teknologi saluran dengan beton precast dan lining lantai beton untuk mencegah resapan air yang dapat memicu likuefaksi.

Perkembangan Pekerjaan

Foto : Terkini Saluran Pembuangan TG. Selatan

Proyek modernisasi Jaringan Irigasi Gumbasa telah berjalan sesuai jadwal dengan rincian pekerjaan utama sebagai berikut:

– Pembangunan saluran pembawa irigasi dengan bentuk trapesium berupa beton precast pada dinding saluran.

– Pembuatan saluran pembawa U-ditch selebar 2 meter menggunakan beton insitu dan beton precast selebar 1 meter.

– Galian sedimen pada saluran pembuang dan peningkatan lantai saluran di area Tanggul Selatan. Penambahan lantai beton lining dengan besi polos berdiameter 10 mm untuk mencegah resapan air. Fungsinya sebagai saluran pembuang dan pembilas sedimen dari Sungai Ngia.

– Pembuatan saluran pembuang selebar 4 meter dan 3 meter dengan beton insitu. Saluran ini selain berfungsi sebagai saluran pembuang sisa air irigasi, namun juga sebagai saluran kanal banjir dari Sungai Ngia dan mengakomodir sebagian debit drainasi di Jalan Abd. Rahman Saleh dari arah Bandara dan Jalan Garuda yang akhirnya bermuara di Sungai Kawatuan

– Pengawasan konsultan teknis melalui PMSC IRSL memastikan material dan metode pelaksanaan memenuhi standar kualitas.

Dampak Positif Bagi Masyarakat

Foto : Terkini foto Spillway yang kelar di kerjakan

Modernisasi ini telah memberikan manfaat langsung berupa peningkatan pasokan air irigasi untuk pertanian, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas lahan di wilayah terdampak bencana.

Selain itu, infrastruktur yang diperkuat juga mengurangi risiko bencana akibat likuefaksi. Hal ini mendukung keberlanjutan ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.

Kementerian PUPR melalui BWSS III menargetkan penyelesaian proyek sesuai jadwal, dengan harapan Jaringan Irigasi Gumbasa dapat menjadi model percontohan bagi modernisasi infrastruktur irigasi di wilayah lain yang membutuhkan.

Komitmen Berkelanjutan

Melalui proyek ini, pemerintah membuktikan komitmennya dalam memberikan solusi infrastruktur berkelanjutan yang tidak hanya mendukung sektor pertanian, tetapi juga memberikan rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.

“Infrastruktur irigasi yang modern adalah kunci bagi masa depan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Aji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.