Konflik Agraria dengan PT ANA Berlanjut, Petani Sawit Kembali Dipanggil Polisi

oleh -2011 Dilihat

Radarnasional,Morowali Utara – Konflik agraria yang melibatkan masyarakat dengan PT Agro Nusa Abadi (ANA), anak perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL), terus berlanjut. Warga lingkar sawit masih berjuang mendapatkan hak atas tanah mereka, sementara persoalan baru terus bermunculan.21/3

Terbaru, sebanyak delapan warga kembali dipanggil oleh Polres Morowali Utara terkait dugaan tindak pidana perampasan atau pencurian buah sawit di areal PT ANA. Pemanggilan ini dinilai sebagai bentuk upaya meredam perjuangan warga serta mengkriminalisasi petani yang mempertahankan lahan mereka.

“Kami para petani merasa hal ini sangat tidak adil. Perusahaan sudah belasan tahun beroperasi tanpa mengantongi Hak Guna Usaha (HGU), tetapi justru kami yang dipermasalahkan secara hukum,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, PT ANA seharusnya tunduk pada Undang-Undang Pokok Agraria serta Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, yang mewajibkan setiap perusahaan perkebunan skala besar memiliki HGU. Namun, hingga kini perusahaan tetap beroperasi tanpa izin yang sah.

Selain kriminalisasi terhadap petani, warga juga menuding PT ANA telah mencoba menciptakan konflik horizontal antar masyarakat demi memperlancar ekspansi perkebunan sawitnya.

“Perusahaan mengadu domba kelompok masyarakat, menciptakan perpecahan agar warga tidak bisa bersatu melawan ketidakadilan ini,” ujar seorang petani yang menjadi bagian dari perjuangan hak tanah.

Warga meminta Pemerintah segera mengevaluasi dokumen dan aktivitas PT ANA, serta mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki pelanggaran hukum yang berpotensi merugikan negara.

Konflik agraria yang berkepanjangan ini telah menyebabkan banyak penderitaan bagi warga lingkar sawit. Mereka berharap keadilan segera ditegakkan dan hak atas tanah mereka dapat dikembalikan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.