Dalam Suasana HUT RI ke-80, Gerakan Pembersih Masjid Tebar Cahaya Alquran di Palu

oleh -1852 Dilihat

Palu, RadarNasional – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 di Kota Palu terasa semakin bermakna ketika Gerakan Pembersih Masjid (GPM) menggelar aksi sosial religius. Di bawah koordinasi Moh. Saiful, S.Sos., M.Si., puluhan mushaf Alquran diserahkan ke tiga titik penting: Masjid Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Masjid Undata Palu, dan sebuah panti asuhan di Kota Palu.

Bagi Saiful, penyerahan Alquran ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan sejati harus dirawat dengan cahaya iman.

“HUT RI ke-80 ini harus kita isi dengan amal yang bermanfaat. Alquran adalah cahaya yang menuntun kita agar merdeka tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara batin,” tegas Saiful dengan penuh semangat.

Alquran untuk Masjid dan Panti Asuhan

Di Masjid Kantor Gubernur Sulteng, mushaf Alquran diserahkan kepada Drs. Awaludin, MM, Karo Kesra Sekretariat Provinsi. Saiful menyebut penyerahan ini menjadi simbol agar para pemimpin daerah selalu diberkahi petunjuk Allah dalam mengemban tugas negara.

“Pejabat adalah pengayom rakyat. Semoga dengan hadirnya mushaf Alquran di masjid kantor gubernur, setiap kebijakan yang lahir akan membawa keberkahan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, di Masjid Undata Palu, Alquran diterima langsung oleh Ibu Chusnarni Widyawati, S.Sos., M.Si., Kepala Bagian Kepegawaian. Penyerahan ini mendapat sambutan hangat dari jamaah yang hadir.

Tak kalah haru, saat rombongan GPM mengunjungi panti asuhan di Kota Palu, anak-anak menyambut dengan wajah ceria. Mereka memeluk erat mushaf Alquran yang baru diterima. Beberapa di antaranya bahkan spontan melantunkan ayat suci dengan suara polos yang menyentuh hati.

“Melihat senyum mereka, saya merasakan inilah hakikat kemerdekaan. Anak-anak yatim harus diberi cahaya dan harapan. Mushaf Alquran ini semoga menjadi teman perjalanan hidup mereka,” ucap Saiful dengan mata berkaca-kaca.

Semangat Kemerdekaan yang Hidup

Menurut Saiful, peringatan HUT RI seharusnya tak hanya dipenuhi dengan karnaval, lomba, dan pesta rakyat, tetapi juga aksi yang menumbuhkan nilai-nilai spiritual.

“Bendera Merah Putih adalah simbol perjuangan, sementara Alquran adalah pelita kehidupan. Keduanya harus berjalan seiring agar bangsa ini benar-benar kuat,” ungkapnya penuh keyakinan.

Kegiatan ini pun menuai apresiasi dari berbagai pihak. Banyak masyarakat menilai, langkah GPM di bawah koordinasi Moh. Saiful telah menghadirkan wajah baru perayaan kemerdekaan—lebih bermakna, lebih religius, dan lebih membumi.

Dengan semangat HUT RI ke-80, Gerakan Pembersih Masjid menegaskan komitmennya untuk terus berbuat bagi umat, menebar cahaya Alquran, dan menjaga agar kemerdekaan Indonesia selalu diberkahi nilai-nilai ilahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.