SMSI & AMSI Sulteng Kecam Sikap Ichal Kate Tak Mau Di Konfirmasi Tapi Lecehkan Media

oleh -1007 Dilihat

RadarNasional,Palu – Pernyataan kontroversial influencer Ichal Kate soal rencana pertunjukan Stand Up Comedy Tour Raim Laode di Palu memicu gelombang protes keras dari kalangan pers di Sulawesi Tengah. Dalam unggahannya di media sosial, Ichal Kate menuding media hanya “menduga-duga” soal dugaan pembatalan acara dan bahkan menantang jurnalis hadir dengan memberikan “tiket free pass”.

“…Saya kasih kamu free pass. Kamu datang lihat itu acara. Itu acara tetap jalan. Tidak diduga-duga batal,” ujar Ichal Kate dalam unggahan yang viral.

Pernyataan itu dinilai melecehkan kerja-kerja media pers. Ketua SMSI Sulteng, Mahmud Matangara, yang juga tokoh pers, menegaskan bahwa ucapan Ichal Kate sangat tidak beradab.

“Media pers bukan penonton bayaran. Wartawan bekerja berdasarkan undang-undang, bukan bisa dibeli dengan tiket gratis,” tegas Mahmud.

Nada serupa disampaikan Ketua Forum Pimpred SMSI Sulteng, Andrew Wattimena, yang menilai sebagai publik figur, Ichal Kate seharusnya menanggapi sorotan media dengan cara elegan.

“Seorang publik figur mestinya menjawab dengan santun, bukan dengan narasi merendahkan. Itulah pentingnya adab dalam menghargai media pers,” kata Andrew.

Sementara itu, Ketua AMSI Sulteng, Mohammad Iqbal, menyebut pernyataan Ichal Kate sangat tendensius dan jauh dari sikap seorang figur publik.

“Kami memandang postingan Ichal Kate itu sangat tendensius dan tidak mengedepankan kesantunan. Berita-berita soal dugaan batalnya show Raim Laode di Palu sudah memenuhi kaidah jurnalistik, karena itu berbasis gugatan antarpihak. Bahkan, Ichal Kate sendiri tidak mau merespons konfirmasi media,” tegas Iqbal.

Iqbal berharap, para influencer dan pesohor lokal tidak membangun narasi yang menyudutkan media, melainkan merangkul pers agar bisa bekerja sama menyukseskan acara.

AMSI menilai, narasi yang dikeluarkan Ichal Kate tidak mencerminkan dirinya sebagai figur publik lokal yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.