Radarnasional,Sigi — Fungsi kontrol sosial media kembali menunjukkan dampaknya. Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sistem Irigasi Gumbasa Paket III yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) Palu, akhirnya mendapat penanganan lanjutan setelah menjadi sorotan publik.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk ini memiliki pagu anggaran Rp302.077.405.000 dengan nilai kontrak Rp256.901.079.000, serta didanai melalui Asian Development Bank (ADB). Meski secara administrasi disebut telah rampung, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan serius.
Pantauan media menemukan sedimentasi menumpuk di dalam saluran irigasi, serta rumput liar yang tumbuh dan menempel di badan saluran di sejumlah titik wilayah Kabupaten Sigi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat fungsi irigasi yang menjadi urat nadi pertanian masyarakat setempat.
Sorotan dan kritik yang disampaikan media akhirnya direspons. Saat ini, terlihat adanya pembersihan dan penanganan saluran irigasi di beberapa titik yang sebelumnya dikeluhkan. Sedimentasi mulai dikeruk dan vegetasi liar dibersihkan guna mengembalikan fungsi saluran.
Salah satu pegawai BWSS III Palu yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perbaikan berkelanjutan.
“Upaya ini kami lakukan agar ke depan kondisi saluran irigasi bisa lebih baik dan berfungsi optimal,” ujarnya.
Penanganan ini mendapat perhatian masyarakat, mengingat proyek irigasi Gumbasa merupakan infrastruktur vital pascabencana yang diharapkan mampu menopang ketahanan pangan di wilayah Sigi dan sekitarnya. Publik pun berharap perbaikan yang dilakukan tidak bersifat sementara, melainkan menjadi bagian dari pemeliharaan rutin dan pengawasan berkelanjutan.
Kasus ini sekaligus menegaskan pentingnya fungsi sosial kontrol media dalam memastikan proyek bernilai ratusan miliar rupiah yang dibiayai pinjaman luar negeri benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup pada aliran air irigasi Gumbasa.
AD







