Terakhir Dikerjakan Tahun 2023, Kini Tanjakan Jalan Provinsi Sulteng Beteleme–Nuha Kembali Rusak Parah dan Ancam Keselamatan

oleh -1401 Dilihat

Radarnasional,Morut-Kondisi tanjakan pada ruas jalan provinsi Sulawesi Tengah yang menghubungkan wilayah Beteleme dengan Nuha kian memprihatinkan. Meski sebelumnya telah dilakukan perbaikan di sejumlah titik, masih terdapat beberapa bagian jalan—khususnya di area tanjakan—yang belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah provinsi.23/03/2026

Foto : Kondisi terkini Nuha -Beteleme

Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan di titik-titik tersebut tergolong parah. Permukaan jalan tampak bergelombang, berlubang, hingga menjadi licin saat hujan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase besar yang rutin melintasi jalur tersebut.

Sejumlah pengendara mengeluhkan situasi ini karena dinilai menghambat aktivitas transportasi dan distribusi barang antarwilayah. “Kalau di tanjakan itu sangat rawan, apalagi saat hujan. Kendaraan sering kesulitan naik, bahkan ada yang hampir tergelincir,” ujar salah satu sopir

Jalur Beteleme–Nuha merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan industri dan ekonomi, termasuk menuju Soroako hingga Makassar. Kerusakan yang terjadi dinilai berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Beberapa tahun terakhir, kondisi ruas jalan ini memang dikenal memprihatinkan akibat banyaknya lubang dan permukaan yang tidak rata. Namun, sejak 20 Januari 2023, proyek rekonstruksi sepanjang 18 kilometer melalui dana alokasi khusus (DAK) mulai berjalan dan memberikan harapan bagi masyarakat. Paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT Mentawai Karyatama Sejati.

Perbaikan melalui skema multi years contract (MYC) yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah sempat membuat warga lega. Namun demikian, masyarakat menilai perbaikan yang dilakukan belum menyentuh seluruh titik krusial, terutama di area tanjakan yang justru paling rawan.

Salah satu warga setempat, Ramli, mengaku sangat khawatir dengan kondisi jalan tersebut. “Perbaikan memang sudah ada di beberapa titik, tapi justru di tanjakan yang paling berbahaya ini belum disentuh dengan serius. Kami yang sering lewat merasa was-was, apalagi kalau hujan turun, jalan jadi sangat licin,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret dan tidak hanya melakukan perbaikan secara parsial. “Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki. Ini jalan penting, banyak aktivitas ekonomi masyarakat bergantung di sini. Kami minta pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi ini,” tegasnya.

Hingga kini, belum terlihat adanya upaya lanjutan yang signifikan untuk menangani kerusakan di titik-titik tersebut. Warga pun mendesak pemerintah agar tidak menutup mata terhadap kondisi ini, mengingat tingginya risiko kecelakaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Perbaikan menyeluruh dinilai sangat mendesak agar akses transportasi tetap aman dan lancar, sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.