PASANG MATA BERHARAP JANJI ANWAR HAFID DI PROGRAM BERANI LANCAR ANGGARAN TAHUN 2026

oleh -341 Dilihat

RadarNasional,Sulteng – Warga di lintasan Pape–Tomata Kab Morowali Utara masih menghadapi keterisolasian akibat kondisi jalan yang rusak, meski lokasinya tak jauh dari ibu kota kabupaten. Aktivitas warga kerap terhambat, terutama saat musim hujan. Hingga kini, pekerjaan fisik di lokasi belum terlihat berjalan melalui program BERANI LANCAR yang telah dicanangkan, sementara masyarakat terus menanti realisasi di lapangan.26/04/2026

Foto : Kondisi Jalan Pape-Tomata Morut

Keluhan serupa juga terjadi di ruas jalan provinsi Beteleme–Nuha, Kabupaten Morowali Utara, yang rawan dan membahayakan pengendara. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses dan roda ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Foto : Kondis Jalan Ruas Pape -Tomata Morut saat musim penghujan

Kebijakan penanganan jalan provinsi ini merupakan bagian dari arah pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi tengah Anwar hafid . Melalui program Berani Lancar pemerintah provinsi menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah sebagai kunci pemerataan pembangunan.

Program Berani Lancar diwujudkan melalui proyek jalan multiyears dengan total anggaran mencapai Rp 604 miliar yang dialokasikan untuk tahun 2026 hingga 2027. Fokusnya adalah membuka akses daerah terisolasi serta memperlancar jalur distribusi ekonomi di berbagai kabupaten.

Dalam perencanaannya, Morowali Utara menjadi salah satu prioritas dengan penanganan ruas Pape–Tomata sepanjang 15,3 km serta Beteleme–Nuha sepanjang 14 km.

Selain itu, rekonstruksi juga menyasar sejumlah daerah lain, di antaranya ruas Meko–Pendolo (9,1 km) dan Tonusu–Meko (9 km) di Kabupaten Poso; ruas Poh–Siuna–Mayayap–Bualemo (9 km) serta Pangkalaseang–Balantak–Sobol (10 km) di Kabupaten Banggai; hingga ruas Balingara–Longge Atas–Dataran Bulan (15 km) yang menghubungkan Banggai dan Tojo Una-Una.

Pekerjaan juga direncanakan di ruas Palu–Kulawi, Kabupaten Sigi sepanjang 20 km; Sabang–Baas di Banggai Kepulauan sepanjang 12 km; Muliasari–Kokobuka–Air Teran–Kalikulango di Kabupaten Buol sepanjang 15,5 km; serta Sp. Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli sepanjang 10 km. Tak hanya itu, penggantian Jembatan Paisu Puso di Kabupaten Banggai juga masuk dalam agenda.

Meski daftar program telah disusun, masyarakat di Morowali Utara dan sekitarnya kini menunggu bukti nyata di lapangan. Bagi mereka, jalan bukan sekadar proyek, melainkan harapan untuk keluar dari keterisolasian yang telah lama dirasakan.

editor : Ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.