Harapan vs Kenyataan Program Pemerintah Provinsi Sulteng: Jalan Beteleme–Nuha Masih Jadi “Ujian” Berani Lancar

oleh -365 Dilihat

RadarNasional,Morowali Utara – Program Berani Lancar yang digagas Gubernur Anwar Hafid kembali menuai sorotan. Kali ini datang dari masyarakat yang melintas di ruas jalan Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, menuju Nuha, Sulawesi Selatan—jalur yang justru dikenal sebagai “pemangkas waktu” menuju kawasan Soroako dan sekitarnya.

Foto : Terkini Ruas jl Provinsi sulteng Beteleme -Nuha

Alih-alih menjadi jalur penghubung yang layak, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Jalan dipenuhi bebatuan, tanjakan curam, dan minim sentuhan perbaikan. Pengendara harus berjibaku dengan risiko setiap melintas, sementara keluhan masyarakat terus menguat.

Foto : ruas terkini jl Provinsi Beteleme – Nuha

“Ini bukan sekadar rusak, tapi seperti tidak pernah disentuh,” keluh salah satu pengguna jalan. Akses yang seharusnya strategis kini berubah menjadi titik rawan yang memperlambat mobilitas warga dan distribusi barang.

Padahal, ruas Beteleme–Nuha sepanjang 14 kilometer telah masuk dalam daftar prioritas penanganan proyek multiyears 2026–2027. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, sebelumnya menyebut pihaknya tengah mengawal implementasi program strategis jalan provinsi tersebut.

Program Berani Lancar sendiri digadang-gadang sebagai tulang punggung peningkatan konektivitas daerah, dengan total anggaran mencapai Rp604 miliar untuk proyek jalan multiyears mulai 2026. Salah satu target utamanya adalah membuka akses wilayah terisolasi di Morowali Utara guna memperlancar jalur ekonomi.

Namun di lapangan, realitas belum sejalan dengan ambisi. Jalan yang seharusnya menjadi solusi justru menjadi keluhan. Masyarakat kini menanti—apakah Berani Lancar benar-benar akan “melancar”, atau sekadar berhenti di atas kertas.

Ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.