Morowali Tak Tercover Berani Lancar, Gubernur Sulteng Beri Penjelasan

oleh -338 Dilihat

RadarNasional,Palu – Program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Berani Lancar, mulai digulirkan dengan target memperbaiki konektivitas antarwilayah. Sejumlah kabupaten telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur, namun Kabupaten Morowali dipastikan belum tersentuh pada tahap awal tahun 2026 dalam skema MYC.30/4/2026

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan melalui via whatsapp bahwa arah kebijakan saat ini difokuskan pada penanganan jalan yang menjadi kewenangan provinsi yang paling krusial.

“Iya, makanya dinda kita fokus sekarang jalan provinsi yang krusial yang menjadi kewenangan provinsi Sulteng,” ujarnya kepada media RadarNasional.

Ia menjelaskan, di wilayah Morowali, ruas jalan yang berstatus jalan provinsi sangat terbatas, yakni hanya pada poros Buleleng–Matarape. Karena itu, penanganan infrastruktur di kawasan tersebut dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak perusahaan.

“Kita sudah kerja sama dengan IGIP, mereka yang akan kerjakan tahun 2026 ini ” jelasnya,

Secara keseluruhan, Program Berani Lancar akan dijalankan melalui proyek multiyears dengan total anggaran mencapai Rp 604 miliar untuk periode 2026–2027. Program ini dirancang untuk membuka akses daerah terisolasi sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa di berbagai wilayah.

Kabupaten Morowali Utara menjadi salah satu fokus utama, dengan penanganan ruas Pape–Tomata sepanjang 15,3 kilometer dan Beteleme–Nuha sepanjang 14 kilometer.

Selain itu, pembangunan juga menyasar sejumlah daerah lain, seperti ruas Meko–Pendolo (9,1 km) dan Tonusu–Meko (9 km) di Kabupaten Poso; Poh–Siuna–Mayayap–Bualemo (9 km) serta Pangkalaseang–Balantak–Sobol (10 km) di Kabupaten Banggai; hingga ruas Balingara–Longge Atas–Dataran Bulan (15 km) yang menghubungkan Banggai dengan Tojo Una-Una.

Tak hanya itu, perbaikan juga direncanakan pada ruas Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi sepanjang 20 km, Sabang–Baas di Banggai Kepulauan sepanjang 12 km, Muliasari–Kokobuka–Air Teran–Kalikulango di Kabupaten Buol sepanjang 15,5 km, serta Sp. Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli sepanjang 10 km. Penggantian Jembatan Paisu Puso di Kabupaten Banggai turut masuk dalam agenda.

Meski belum menyentuh seluruh wilayah, pemerintah optimistis Program Berani Lancar akan menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka keterisolasian daerah secara bertahap di Sulawesi Tengah.

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.