Pasang Mata Jangan Lengah Anggaran Besar Miliard Mengalir: Publik Diminta Waspada pada Proyek PT JBM di Sulteng

oleh -381 Dilihat

RadarNasional,Sulteng-Pekerjaan pelebaran jalan menuju standar pada ruas Tentena–Taripa kembali dimulai. Melalui pengumuman resmi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah Nomor B/145/NAN.2.14/2026, proyek yang dikerjakan PT Jaya Bersama Makmur (JBM) itu memberlakukan sistem buka tutup jalan mulai 20 Mei hingga 20 Juli 2026 demi kelancaran pekerjaan dan keselamatan pengguna jalan fokus di KM 285+000 s/d KM 290+000.

Foto : Papan informasi tutup buka pada ruas TENTENA-TARIPA
KM 285+000 s/d KM 290+000

Namun di balik dimulainya kembali proyek strategis nasional itu, publik diingatkan untuk tidak terlena. Mata masyarakat diminta tetap terbuka mengawasi kualitas pekerjaan di lapangan, sebab ruas jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung biasa, melainkan urat nadi ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah melalui PPK 4.1 BPJN Sulteng.

PT JBM sendiri bukan nama baru. Kontraktor lokal itu diketahui kerap memperoleh proyek strategis nasional di bawah Kementerian PUPR melalui BPJN Sulawesi Tengah. Jejak panjang pengerjaan proyek di ruas Tentena–Taripa hingga Tomata–Beteleme pun masih membekas dalam ingatan publik.

Foto : Amblasnga amblasnya Dpt saat itu

Flashback ke belakang, sejak 2015  PT Jaya Bersama Makmur (JBM) bersama 2 kontraktor lainya pernah mendapat mandat rekonstruksi besar-besaran di ruas tersebut. Paket pekerjaan sepanjang sekitar 24 kilometer dengan skema multiyears contract (MYC) kala itu menyedot anggaran hingga Rp280 miliar. Namun sayang, proyek bernilai fantastis itu sempat menuai sorotan tajam setelah sejumlah titik jalan dilaporkan amblas sebelum usia konstruksinya dianggap layak.

Kini kondisi ruas tersebut  membaik usai penanganan lanjutan dikerjakan oleh PT Kurnia Mulia Mandiri .

Belum lagi PT JBM pernah mendapatkan  kontrak tahunan atau single year contract (SYC) yang juga menghabiskan ratusan miliar rupiah APBN untuk pemeliharaan rutin jalan, rekonstruksi saluran, pelebaran jalan menuju standar hingga pemeliharaan jembatan di berbagai ruas di Sulawesi Tengah.

Foto : istimewa saat pho pada tahun 2019 oleh PT JBM

Pada tahun 2019 , dalam anggaran preservasi jalan yang dikelola Direktorat Jenderal Bina Marga melalui BPJN XIV Palu disebut mencapai hampir Rp1 triliun untuk penanganan jalan sepanjang 2.181 kilometer di Sulawesi Tengah. Sebagian besar dana itu mengalir ke proyek-proyek perbaikan jalan yang hingga kini masih menyisakan sorotan masyarakat secara khusus di kawasan Tomata – Beteleme yang dikerjakan oleh PT JBM.

Sayangnya, kembali lagi setelah kelar diperoleh kerusakan di sejumlah titik jalan masih terus terjadi. Faktor alam kerap menjadi alasan utama. Padahal masyarakat menilai, kualitas pekerjaan juga harus menjadi perhatian serius.

Ruas yang di kerjakan oleh PT JBM  ini selalu  menjadi sorotan akibat kerusakan di sejumlah titik meski anggaran preservasi terus digelontorkan.

Kini, proyek pelebaran jalan Tentena–Taripa kembali berjalan dengan anggaran besar dan pengawasan publik dianggap mutlak diperlukan.

“Jangan sampai terlena. Ini uang rakyat, uang pajak masyarakat. Kualitas harus jadi prioritas,” demikian suara kritik yang kembali muncul seiring dimulainya proyek tersebut.

Publik kini menunggu, apakah proyek baru ini benar-benar menghadirkan jalan yang kokoh dan tahan lama, atau kembali menyisakan cerita lama tentang jalan rusak di tengah derasnya aliran anggaran negara.

Ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.