RSUD Morowali Kembali Jadi Sorotan, Keluarga Pasien Mengaku Nyaris Kehilangan Ibu Usai Disuntik Antibiotik

oleh -670 Dilihat

RadarNasional,MOROWALI – RSUD Kabupaten Morowali kembali menjadi sorotan publik setelah beredar curahan hati keluarga pasien yang viral di media sosial Instagram @morowali_info. Dalam unggahan tersebut, seorang warga mengaku ibunya nyaris meninggal dunia setelah mendapat suntikan antibiotik saat menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Menurut pengakuan keluarga, pasien awalnya masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada pagi hari dan sempat menunjukkan kondisi yang membaik usai mendapat suntikan antibiotik pertama. Bahkan, pasien disebut masih bisa berbincang dengan perawat dan berencana meminta izin pulang kepada dokter.

Namun, kondisi disebut berubah drastis pada malam hari setelah pasien kembali diberikan cairan antibiotik dengan ukuran botol yang berbeda dari sebelumnya. Keluarga mengaku pasien merasakan sensasi dingin pada tubuh, pusing, mual hebat hingga tidak mampu menuju kamar mandi dan akhirnya buang air kecil di pakaian.

Keluarga juga mengeluhkan respons petugas jaga yang disebut hanya menyarankan pasien memperbanyak minum air hangat dan mengambilnya sendiri ke dapur rumah sakit. Seorang perawat lainnya bahkan disebut menawarkan permen untuk mengurangi rasa mual.

Situasi semakin mencekam ketika kondisi pasien mendadak menurun. Sejumlah pasien lain dan keluarga yang berada di ruang perawatan ikut membantu. Adik pasien yang masih duduk di bangku kelas V SD disebut menangis sambil memijat kaki ibunya dan memanggil-manggil sang ibu yang saat itu mulai kehilangan kesadaran.

“Semalam mama saya hampir mati di RS Morowali,” tulis pelapor dalam unggahan yang kemudian ramai mendapat perhatian warganet.

Keluarga juga mengaku pasien sulit berbicara dan hanya mengeluarkan suara seperti gas dari mulutnya setelah mendapatkan cairan yang disuntikkan. Saat dokter datang memeriksa dan menanyakan kondisi pasien, keluarga mengaku pasien menjawab dirinya pusing. Namun, dokter disebut hanya menyarankan agar pasien berbaring.

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat dan kembali menyoroti kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Morowali. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD Morowali terkait keluhan yang disampaikan keluarga pasien tersebut.

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak RSUD Morowali guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi agar informasi yang beredar dapat disajikan secara berimbang.

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.