Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Sulawesi Tengah Kebagian 63 Km Akses Baru yang Siap Menggerakkan Ekonomi 9 Kabupaten

oleh -310 Dilihat

RadarNasional,PALU – Jalan yang selama ini dinantikan masyarakat akhirnya mulai terwujud. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia, Selasa (23/6/2026). Program strategis nasional ini menjadi langkah besar pemerintah untuk memutus keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas, dan membuka peluang ekonomi baru hingga ke daerah-daerah pelosok.

Foto :Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, ,BPJN Sulteng bersama sejumlah kepala daerah penerima manfaat program IJD 2025 

Di antara ribuan kilometer jalan yang diresmikan, Sulawesi Tengah mendapat porsi pembangunan sepanjang 63,09 kilometer melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan tersebut tersebar di 17 ruas jalan pada 9 kabupaten dengan total nilai kontrak mencapai Rp259,37 miliar.

Foto : Peresmian secara virtual diikuti sejumlah kepala daerah dan segenap staf kementrian Pu (BPJN sulteng )

Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar hamparan aspal. Jalan adalah akses menuju sekolah, rumah sakit, pasar, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Peresmian nasional yang dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, itu turut disaksikan secara virtual dari Kantor Gubernur Di Hadiri Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, bersama sejumlah kepala daerah penerima manfaat program IJD 2025, termasuk Bupati Sigi dan Bupati Parigi Moutong. Turut mendampingi Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, beserta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan kunci utama dalam menekan biaya logistik dan mempercepat pemerataan pembangunan nasional.

“Tidak boleh ada daerah yang tertinggal karena keterbatasan akses transportasi,” tegas Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas membutuhkan jaringan jalan yang andal agar pusat-pusat produksi dapat terhubung dengan pasar dan kawasan permukiman. Dengan konektivitas yang baik, biaya distribusi dapat ditekan, daya saing meningkat, dan kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh lebih cepat.

Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa pembangunan jalan juga memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan dan energi. Sebab keberhasilan produksi tidak akan maksimal tanpa didukung akses distribusi yang memadai.

Bagi Sulawesi Tengah, kehadiran 63 kilometer jalan baru ini menjadi harapan besar bagi percepatan pembangunan wilayah. Jalan-jalan yang dibangun di sembilan kabupaten tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru, memperlancar mobilitas masyarakat, serta menarik investasi ke daerah-daerah yang selama ini terkendala infrastruktur.

Kini, jalan yang dulunya menjadi hambatan perlahan berubah menjadi jembatan harapan. Dari desa-desa penghasil komoditas hingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, pembangunan infrastruktur ini menjadi bukti bahwa negara terus hadir untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam laju pembangunan Indonesia.

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.