Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN, KPK Sebut Diduga Pakai Nominee; Jampidsus Febrie Akui Rumah Pribadi

oleh -327 Dilihat

RadarNasional,Jakarta – Polemik seputar rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang digeledah penyidik Polri dalam pengusutan tiga perkara dugaan korupsi terus bergulir. Rumah tersebut diakui sebagai milik pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Namun, aset itu tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.

Berdasarkan data e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun pelaporan 2025, Febrie hanya melaporkan lima aset berupa tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung. Tidak terdapat aset berupa rumah di kawasan Sentul sebagaimana yang menjadi lokasi penggeledahan penyidik.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap LHKPN Febrie. Dari hasil pemeriksaan awal, rumah di Sentul diduga tercatat atas nama pihak lain atau menggunakan skema nominee.

“Sudah dilakukan pemeriksaan atas LHKPN yang bersangkutan, rumah yang di Sentul diduga atas nama nominee,” ujar Aminuddin, Jumat (10/7/2026).

Sebelumnya, Febrie Adriansyah secara terbuka mengakui bahwa rumah di Sentul yang digeledah penyidik memang merupakan rumah pribadinya dan telah dimiliki sejak lama.

“Tentang rumah Sentul, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana kepemilikan sejak awal,” kata Febrie dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Rumah tersebut menjadi perhatian publik setelah penyidik menemukan barang bukti berupa sekitar 74 kilogram emasserta uang tunai dalam jumlah sangat besar saat penggeledahan yang berkaitan dengan penyidikan tiga perkara dugaan korupsi.

Meski demikian, Febrie menegaskan seluruh aset yang berada di rumah tersebut dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Temuan KPK mengenai dugaan penggunaan nominee kini menambah sorotan terhadap transparansi pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara. Di sisi lain, proses penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum masih terus berjalan untuk mengungkap asal-usul aset maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang diusut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.