Kontak Terakhir Sebelum Rombongan Wartawan Hilang di Sekitar Anak Krakatau

oleh -327 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL-Sebuah speedboat yang membawa lima jurnalis beserta tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat melakukan kunjungan ke kawasan Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.(7/9)

Rombongan yang terdiri dari lima wartawan, seorang tour guide, dan dua kru kapal berangkat pada Senin pukul 14.00 WIB. Lima wartawan tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (wartawan freelance).

Dilansir dari Kumparannews, Kepala Desa Sukajadi, Sandi Wyasa, menjelaskan bahwa perjalanan tersebut awalnya direncanakan sebagai perjalanan singkat (tektok) yang seharusnya selesai pada malam hari di hari yang sama.

“Jadi ada lima orang fotografer itu mau sewa boat, dan guide-nya itu Heri Bonsay. Berangkat hari Senin jam 02.00 siang, rencananya tektok,” ujar Sandi.

Sandi menambahkan, perjalanan dari Carita ke Krakatau memakan waktu sekitar dua jam. Rombongan diperkirakan tiba di lokasi pukul 16.00 WIB dan dijadwalkan tiba kembali di Carita sekitar pukul 20.00 WIB. Namun hingga kini, kapal belum kunjung kembali.

“Kondisi sekarang memang lagi angin Selatan, lagi kencang angin,” jelasnya.

Komunikasi terakhir diketahui dilakukan oleh tour guide, Heri Bonsay, yang sempat mengirim pesan dan foto kepada istrinya saat berada di area Krakatau pada pukul 18.14 WIB. Dalam pesan tersebut, Heri mengabarkan kondisi rombongan dalam keadaan aman. Namun setelah momen itu, seluruh kontak terputus.

Mendapat laporan kehilangan kontak, Tim SAR gabungan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian. Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwianto, membenarkan bahwa proses pencarian terus berjalan.

“Sementara masih dalam proses pencarian,” kata Rizky.

Dalam operasi pencarian ini, Basarnas Banten mengerahkan dua unit armada kapal, yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 dan KN SAR Tetuka. Upaya pencarian sempat terkendala cuaca buruk dan cuaca gelap saat malam hari, tetapi penyisiran dari titik Merak terus dilakukan untuk menemukan keberadaan rombongan.AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.