Bukan Hanya Jalan, Ada Harapan di Balik Aspal Umu–Paleleh–Lokodoka–Buol Yang Pencapaiannya Tembus 88,97 Persen”

oleh -308 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,BUOL – Perbaikan jalan nasional pada ruas Umu–Paleleh–Lokodoka–Buol terus menunjukkan perkembangan positif. Progres fisik paket Preservasi Umu–Paleleh–Lokodoka–Buol TA 2026 kini mencapai 88,97 persen, melampaui target sebesar 87,39 persen.

Capaian tersebut mencatat deviasi positif +1,58 persen.

Foto: Rehab Minur Umu-Palele

Di lapangan, pekerjaan masih berlangsung di sejumlah titik. Salah satunya rehabilitasi minor di STA 16+400 dan di Lok STA 15+700, yang menjadi bagian dari penanganan kondisi jalan pada ruas tersebut.

Foto : Rehab Minor Umu-Pelele

Selain itu, terdapat pekerjaan beton Fc 20 pada bahu jalan di KM 729+000. Penanganan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi dan fungsi jalan agar tetap mendukung kelancaran lalu lintas.

Foto :Pekerjaan Fc 20 bahu jalan KM 729+000

Paket pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Preservasi Umu–Paleleh–Lokodoka–Buol Tahun Anggaran 2026 yang pelaksanaannya terus dikawal hingga tahap penyelesaian.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BPJN Sulawesi Tengah, Novia Endhianata, ST., MT., yang akrab disapa Endhi, menegaskan bahwa capaian progres tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Capaian progres sebesar 88,97 persen ini menunjukkan bahwa pekerjaan di lapangan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Namun, kami tidak ingin berhenti hanya pada angka progres. Yang paling penting adalah memastikan setiap pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjaga konektivitas dan keamanan pengguna jalan.”

Endhi mengatakan, pekerjaan di sejumlah titik akan terus dikejar agar dapat diselesaikan sesuai target pada akhir tahun 2026, dengan tetap mengedepankan kualitas.

“Kami terus mendorong percepatan pekerjaan dengan tetap menjaga kualitas. Targetnya bukan sekadar mengejar persentase progres, tetapi memastikan setiap titik yang ditangani memberikan dampak nyata terhadap kemantapan jalan dan kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan jalan yang mantap memiliki arti penting bagi masyarakat. Jalan bukan sekadar jalur penghubung antardaerah, tetapi menjadi pondasi utama agar aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan masyarakat dapat berjalan secara efektif dan merata.

Kelancaran konektivitas juga membuka akses masyarakat terhadap pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, layanan publik hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, pekerjaan yang dikejar penyelesainya menjadi bagian dari rangkaian penanganan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga menjaga keberlanjutan fungsi jalan nasional.

“Setiap meter jalan yang kami tangani adalah bagian dari upaya menjaga konektivitas masyarakat. Karena itu, progres harus berjalan, kualitas tidak boleh dikorbankan, dan manfaatnya harus benar-benar dirasakan pengguna jalan,” tegas Endhi.

Dengan realisasi 88,97 persen, pekerjaan Preservasi Umu–Paleleh–Lokodoka–Buol TA 2026 masih berproses di sejumlah titik dan belum sepenuhnya rampung. Penyelesaian terus dikejar hingga akhir 2026.

Infrastruktur dan Harapan Besar untuk Daerah

Pada akhirnya, infrastruktur adalah harapan besar bagi sebuah daerah. Bukan sekadar aspal, beton, atau jalan yang terbentang panjang, tetapi menjadi salah satu kunci membuka akses, mengurangi keterisolasian, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera.

Ketika jalan semakin baik, petani, nelayan, pelaku usaha dan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk bergerak. Produk lokal dapat dibawa menuju pasar dengan lebih lancar, anak-anak lebih mudah menuju sekolah, dan masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan serta layanan publik.

Infrastruktur juga membawa harapan kesetaraan, karena konektivitas yang semakin baik dapat membantu memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah yang lebih jauh dari pusat pelayanan.

Di sisi lain, konektivitas menjadi salah satu faktor pendukung tumbuhnya investasi dan aktivitas usaha. Ketika akses semakin terbuka, peluang ekonomi dan lapangan kerja baru pun dapat ikut berkembang.

Sebab, ketika jalan dibangun dan konektivitas diperkuat, yang bergerak bukan hanya kendaraan dan barang—tetapi juga ekonomi, pelayanan, dan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik. AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.