Tiga Tahun Dibiarkan Rusak, Jalan Provinsi Labonu–Mepanga Belum Masuk Rencana Perbaikan 2025

oleh -1856 Dilihat

Radarnasional,Tolitoli – Di balik klaim infrastruktur jalan yang “cukup bagus”, kondisi ruas jalan provinsi Sulawesi Tengah yang menghubungkan jalur Pantai Timur Parigi Moutong dengan Kabupaten Tolitoli ternyata menyimpan ironi. Kerusakan parah terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Labonu hingga Mepanga, Kecamatan Basi Dondo, Kabupaten Tolitoli.

Pantauan langsung media ini pada Kamis (29/5/2025) menunjukkan bahwa kerusakan terparah berada di sisi Tolitoli menuju Mepanga. Lubang besar menganga di tengah badan jalan, bahkan di beberapa lokasi terlihat tergenang air seperti kubangan kerbau, membuat pengendara harus ekstra hati-hati.

“Kurang lebih sudah tiga tahun jalan ini rusak, mulai dari Labonu sampai ke arah Mepanga. Tapi belum ada tanda-tanda perbaikan berarti,” ungkap Amin (30), warga Desa Basi.

Ina Dei (50), warga lainnya, mengeluhkan kondisi serupa. “Kalau dari dataran Labonu sampai ke puncak dan turun ke arah Mepanga, banyak jalan yang sudah tidak berbentuk lagi. Apalagi saat musim hujan, makin sulit dilalui,” katanya.

Rendy, seorang pengendara sepeda motor yang kerap melintasi jalur tersebut, menambahkan bahwa kerusakan paling parah terjadi di wilayah administratif Tolitoli. “Begitu masuk wilayah Parigi Moutong, jalan mulai lebih baik. Tapi tetap ada beberapa titik berlubang,” ujarnya.

Secara total, dari 40 kilometer panjang ruas jalan Mepanga–Labonu–Pasir Putih, diperkirakan sekitar 3 kilometer mengalami kerusakan parah yang tersebar di beberapa titik (spot-spot), cukup membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng, Ir. Asbudianto, membenarkan kerusakan tersebut.

“Masih ada sekitar 30-an kilometer yang belum tertangani. Tahun 2024 lalu hanya 3 kilometer yang mendapat anggaran untuk preservasi,” jelasnya.

Lebih mengkhawatirkan, Asbudianto menyebut bahwa pada tahun 2025 ini tidak ada program perbaikan untuk ruas Labonu–Mepanga karena anggaran terkena refocusing atau pemotongan.

“Belum ada program tahun ini. Kita masih menunggu kemungkinan anggaran tahun depan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” harapnya.

Warga berharap Pemprov Sulawesi Tengah tidak terus-menerus menunda penanganan jalan rusak yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Infrastruktur yang layak adalah kebutuhan dasar dan hak masyarakat, bukan janji yang terus diundur. ***

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.