Nyawa Buruh Bukan Angka!” HIPPMA BB Desak PT IHIP Bertanggung Jawab dan Pemerintah Morowali Bertindak Tegas

oleh -314 Dilihat

RadarNasional,BUNGKU BARAT – Duka atas meninggalnya seorang pekerja dalam insiden kerja di kawasan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Topogaro kembali memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan kerja di kawasan industri Morowali. Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bungku Barat (HIPPMA BB) menegaskan, peristiwa tersebut tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa semata, melainkan harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi sistem perlindungan terhadap para pekerja.

Ketua Umum HIPPMA BB, Rahmat Hidayat, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Namun, ia menilai setiap kehilangan nyawa di lingkungan kerja harus diperlakukan sebagai peringatan serius bahwa sistem keselamatan kerja perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Nyawa buruh tidak boleh dianggap sebagai konsekuensi biasa dari aktivitas industri. Setiap korban jiwa harus menjadi alarm keras bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan kerja. Kami meminta PT IHIP tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab yang nyata kepada korban dan keluarganya,” tegas Rahmat.

Menurut HIPPMA BB, pesatnya perkembangan industri di Kabupaten Morowali harus diimbangi dengan komitmen yang kuat terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Organisasi mahasiswa itu berpandangan bahwa produktivitas dan investasi tidak boleh mengesampingkan hak dasar pekerja untuk bekerja dalam kondisi yang aman.

HIPPMA BB juga mendesak PT IHIP agar menyampaikan hasil investigasi insiden secara terbuka kepada publik serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional, sistem pengawasan, dan penerapan standar K3 guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tak hanya kepada perusahaan, HIPPMA BB juga meminta Pemerintah Kabupaten Morowali mengambil peran yang lebih aktif dalam mengawasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Menurut organisasi tersebut, pemerintah harus memastikan seluruh perusahaan mematuhi ketentuan keselamatan kerja secara konsisten.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Morowali menunjukkan keberpihakannya kepada keselamatan pekerja. Pemerintah harus hadir sebagai pengawas yang tegas, bukan sekadar menerima laporan setelah insiden terjadi. Keselamatan buruh harus menjadi perhatian utama, dan perusahaan yang lalai wajib diberikan teguran serta evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rahmat.

HIPPMA BB menilai pengawasan yang kuat merupakan bagian penting dalam mencegah terulangnya kecelakaan kerja. Organisasi itu berharap keselamatan pekerja menjadi prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri Morowali.

“Morowali tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah tujuan investasi, tetapi juga harus dikenal sebagai daerah yang mampu menjamin keselamatan dan hak-hak para pekerjanya. Jangan sampai nyawa buruh terus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan dan minimnya evaluasi terhadap sistem keselamatan kerja,” tutup Rahmat.

HIPPMA BB berharap insiden tersebut menjadi perhatian bersama bagi perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan agar penerapan standar keselamatan kerja semakin diperkuat, sehingga kejadian serupa tidak kembali merenggut nyawa para pekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.