Debu Batu Bara Kepung Permukiman Fatufia, Ketua Komisi I DPRD Morowali Desak Perusahaan Bertindak Sebelum Muncul Korban ISPA

oleh -372 Dilihat
Screenshot

Radarnasional,MOROWALI – Persoalan debu batu bara yang disebut semakin mengganggu aktivitas warga di Desa Fatufia kini menjadi sorotan serius. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali, Yopi Sabara, mendesak perusahaan dan pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat sebelum dampaknya semakin luas terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Yopi, laju investasi dan perkembangan industri di Morowali tidak boleh mengabaikan hak masyarakat untuk hidup di lingkungan yang sehat. Ia menilai keluhan warga terkait debu batu bara yang masuk hingga ke dalam rumah merupakan persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.

“Investasi memang penting untuk kemajuan daerah, tetapi kesehatan dan keselamatan warga jauh lebih utama. Keluhan masyarakat Desa Fatufia harus segera ditindaklanjuti karena ini berpotensi mengancam kesehatan pernapasan, terutama anak-anak dan lansia,” tegasnya.

Yopi meminta perusahaan segera mengevaluasi sistem pengelolaan material batu bara agar debu tidak lagi mencemari kawasan permukiman. Ia juga mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi serta memastikan seluruh ketentuan lingkungan dijalankan secara ketat.

Menurutnya, langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu munculnya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Jangan menunggu masyarakat menjadi korban baru kita sibuk mencari solusi. Perusahaan wajib menerapkan mitigasi lingkungan secara maksimal agar polusi debu dapat diminimalkan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komisi I DPRD Morowali, Yopi menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penyelesaian nyata. Ia memastikan DPRD tidak akan menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang terdampak aktivitas industri.

“Morowali adalah rumah kita bersama. Silakan berinvestasi dan berkembang, tetapi hak masyarakat untuk menghirup udara bersih dan hidup sehat harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.