Anwar Hafid Bidik Pasar Dunia: Sulteng Digadang Jadi “Raja Durian”

oleh -355 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,PALU — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memasang target besar untuk komoditas durian. Ia ingin Sulawesi Tengah tidak hanya dikenal sebagai salah satu sentra durian unggulan Indonesia, tetapi mampu menembus pasar internasional dan menjadi “raja durian dunia”.

Target tersebut disampaikan Anwar Hafid saat membuka kegiatan “Berani Merdeka Ekspor Durian” yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (12/8/2026).

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” ujar Anwar.

Menurutnya, Sulteng telah memiliki modal penting berupa produk unggulan dan identitas melalui branding “Durian Vulcano Indonesia”. Branding tersebut diharapkan menjadi ciri khas durian Sulawesi Tengah ketika bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Anwar mengatakan, upaya membawa durian Sulteng ke pasar ekspor bukanlah langkah yang baru dimulai. Ekspor perdana telah berhasil direalisasikan pada 2025 dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Dalam dua kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok, ia juga membawa misi khusus untuk memperkenalkan potensi durian Sulawesi Tengah. Menurutnya, Tiongkok menjadi salah satu pasar yang sangat menjanjikan, terlebih dengan semakin terbukanya konektivitas transportasi antara Sulteng dan Tiongkok.

“Dari sisi rasa, durian kita tidak kalah. Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah,” katanya.

Namun, Anwar menegaskan ambisi menjadikan Sulteng sebagai pemain utama durian dunia tidak mungkin diwujudkan hanya oleh pemerintah.

Ia meminta pemerintah dan dunia usaha meninggalkan ego sektoral dan membangun kolaborasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah harus hadir sebagai regulator yang memberikan kepastian aturan, kemudahan pelayanan serta ruang bagi investasi. Sementara dunia usaha menjadi penggerak produksi dan ekspor.

“Kalau kita mau sukses, tidak boleh ada ego sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.

Anwar juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota mengambil peran dalam membangun ekosistem durian. Dukungan tersebut mencakup pengembangan packing house, rumah durian, kemudahan perizinan hingga pembinaan petani.

Menurutnya, pengembangan durian tidak boleh berhenti pada aktivitas menjual buah segar. Hilirisasi harus dibangun agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Multiplier effect dari proses hilirisasi durian ini luar biasa,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Pasokan yang konsisten sepanjang tahun menjadi salah satu syarat utama agar durian Sulteng mampu mempertahankan kepercayaan pasar internasional.

“Berani Merdeka Ekspor Durian” turut dirangkaikan dengan peluncuran dashboard potensi komoditas pertanian.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Dr. Fausiah T. Ladja, S.P.M., M.Si., Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Wakil Bupati Morowali Irine Ilyas, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, serta kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.