Merantau untuk Bekerja, Bukan Menjadi Pelaku Kejahatan: Bahodopi Sudah Terlalu Lelah dengan Teror Curanmor & Curas Di Bri LINK

oleh -298 Dilihat

Radarnasional,Morowali – Tidak ada satu pun tindakan main hakim sendiri yang dapat dibenarkan. Pengeroyokan yang berujung maut terhadap seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor di Bahodopi adalah tragedi yang tidak boleh kembali terulang. Penegakan hukum harus tetap berada di tangan aparat, bukan di tangan massa.

Terkini Pihak Penyidik Polres Morowali telah melakukan penyelidikan dan telah mengantongi sejumlah nama dalam aksi pengeroyokan tersebut

Namun di sisi lain, masyarakat juga tidak bisa terus-menerus dipersalahkan tanpa melihat akar persoalan. Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Bahodopi selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang maraknya pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan warga.

Para pencari kerjaan di Morowali seharusnya untuk mencari nafkah dan membangun masa depan, bukan justru terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum. Jangan kotori daerah tujuan dengan aksi kriminal yang hanya menambah penderitaan masyarakat dan merusak nama baik para perantau yang datang dengan niat bekerja secara halal.

Menurut informasi yang berkembang di lapangan, terdapat ratusan laporan dugaan pencurian kendaraan bermotor yang saat ini masih dalam proses penanganan oleh aparat penegak hukum. Jumlah tersebut disebut terus bertambah seiring adanya laporan baru dari masyarakat. Informasi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi aparat untuk menuntaskan seluruh laporan serta mengungkap jaringan pelaku hingga ke akarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Bahodopi dan sekitarnya berulang kali menjadi lokasi pengungkapan kasus curanmor dalam jumlah besar.

Pada April 2024, Polsek Bahodopi menangkap tiga pelaku berinisial RA, SG, dan AN dengan barang bukti sebanyak 31 hingga 32 unit sepeda motor.

Oktober 2025, Polres Morowali kembali membongkar jaringan sindikat curanmor yang diduga beroperasi di kawasan Bahodopi dengan menyita 36 unit sepeda motor dari beberapa tersangka.

Mei 2026, seorang pelaku berinisial A.R kembali diamankan bersama enam unit sepeda motor hasil kejahatan.

Puncaknya pada Juli 2026, seorang pria berinisial S (33) yang diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor meninggal dunia setelah menjadi korban amuk massa di depan sebuah minimarket di Bahodopi. Peristiwa tersebut menjadi gambaran betapa tingginya keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi pencurian kendaraan.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga masih menangani secara intensif kasus perampokan terhadap agen BRILink yang terjadi di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Meski lokasi kejadian berbeda dengan Bahodopi, kedua wilayah tersebut bertetangga dan sama-sama menghadapi tantangan keamanan yang menjadi perhatian publik.

Rangkaian pengungkapan kasus tersebut menunjukkan bahwa persoalan kriminalitas di kawasan industri Morowali bukanlah isu baru. Warga berharap aparat terus membongkar jaringan-jaringan pelaku hingga ke akar-akarnya sehingga tidak ada lagi ruang bagi sindikat kejahatan untuk beroperasi.

Bahodopi membutuhkan rasa aman. Investor membutuhkan kepastian hukum. Para pekerja membutuhkan lingkungan yang kondusif. Dan masyarakat membutuhkan kehadiran negara yang mampu menindak tegas pelaku kejahatan sekaligus mencegah aksi main hakim sendiri.

Pesan bagi siapa pun yang hendak datang ke Morowali sangat sederhana: datanglah untuk bekerja, berkarya, dan mencari rezeki yang halal. Jangan jadikan kawasan industri ini sebagai tempat menjalankan aksi kriminal. Sebab ketika kejahatan terus berulang, bukan hanya pelakunya yang menanggung akibatnya, tetapi seluruh masyarakat ikut menjadi korban.AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.