Wabup Morowali Ajak Warga Jaga Surga Tersembunyi Pofua’a, Tadabbur Alam ke-6 Jadi Simbol Cinta Lingkungan

oleh -341 Dilihat
Screenshot

Radarnasional,MOROWALI – Keindahan Wisata Permandian Air Terjun Pofua’a di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, menjadi saksi semangat kebersamaan ratusan masyarakat dalam kegiatan Tadabbur Alam ke-6 yang dirangkaikan dengan Car Free Day, Minggu (2/8/2026). Momentum ini tak sekadar menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga menguatkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam serta mengangkat potensi wisata Morowali.

Foto: kegiatan Tadabbur Alam ke-6 yang dirangkaikan dengan Car Free Day, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Bente bekerja sama dengan WIA dan TP-PKK se-Kecamatan Bungku Tengah itu dihadiri langsung Wakil Bupati Morowali, Hj. Iriane Iliyas, bersama Ketua MUI Kabupaten Morowali H. Mauludin, Kepala Dinas Kesehatan Nirmawati, Camat Bungku Tengah Rahmawati Lewa, Kepala Desa Bente Erwin Kudrat, jajaran TP-PKK, WIA, serta berbagai unsur masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama sebagai kampanye hidup sehat, kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Morowali. Suasana penuh khidmat di tengah panorama alam Pofua’a menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hj. Iriane Iliyas memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai Tadabbur Alam bukan hanya mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus mempromosikan potensi wisata lokal yang dimiliki Kabupaten Morowali.

“Keindahan alam adalah aset berharga yang harus dijaga bersama. Jika dirawat dengan baik, destinasi wisata seperti Pofua’a akan semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kebersihan, menjaga kelestarian lingkungan, dan menjadikan kawasan wisata sebagai kebanggaan bersama. Menurutnya, sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar potensi wisata Morowali mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan mancanegara.

Kegiatan ditutup dengan tarian dero yang diiringi musik krambangan. Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan itu menjadi penutup indah, sekaligus menegaskan bahwa pelestarian alam dan budaya dapat berjalan beriringan demi masa depan Morowali yang lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.